Bisnis Martabak

Martabak sudah menjadi salah satu jenis makanan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Kelezatan martabak manis atau martabak telur menjadikan makanan ini disukai semua kalangan masyarakat. Mendapatkan makanan ini pun sangat mudah karena jumlah pedagangnya cukup banyak dengan segmen konsumsi yang berbeda.

Bahan yang digunakan untuk membuat martabak manis dengan martabak telur jelas berbeda. Bahan yang digunakan untuk membuat martabak manis adalah tepung terigu, soda kue, telur, ragi, garam dan air. Cara membuatnya yaitu :

1. campurkan semua bahan, aduk hingga rata

2. olesi loyang besi dengan margarin, lalu panaskan. Tuangkan adonan martabak ke dalam loyang tadi dan biarkan.

3. setelah martabak setengah matang (permukaan tampak berlubang-lubang), taburi dengan gula pasir, lalu masak hingga matang, dan angkat.

4. olesi martabak yang sudah matang dengan margarin, lalu tambahkan keju atau meisis dan kacang di atasnya. Setelah itu lipat dan olesi permukaannya menggunakan margarin, dan potong-potong, selain kacang, coklat, dan keju, martabak manis juga bisa diisi dengan jagung manis, pisang raja, durian, atau aneka buah.

Bahan yang digunakan untuk membuat martabah telur ada dua bagian, yaitu untuk kulit dan isi. Kulit martabak bisa menggunakan kulit lumpia ayau membuat sendiri. Jika kita membuat sendiri kulitnya bahan yang dibutuhkan adalah tepung terigu, air, minyak sayur dan garam. Membuat kulit martabak dilakukan dengan cara mencampur semua bahan menjadi satu, lalu mengaduknya dengan rata. Ambil adonan seberat 50-70 gram dan bentukbulat. Bulatan ini dilumuri dengan margarin dan disimpan di dalam tempat tertutup selama 1 jam. Isi martabak telur terdiri dari telur, daging sapi cincang, kari bubuk, bawang bombay, daun bawang, merica bubuk, garam dan margarin. Daging cincang sebelumnya harus dimasak menggunakan

bumbu bawang merah, bawang putih dan garam yang dihaluskan. Tuangkan adonan telur ke atas kulit martabak yang sedang dipanaskan di atas wajan datar. Lipat semua sisi kulit martabak berwarna kuning kecoklatan.

Martabak manis dan martabak telur dipotong-potong dengan ukuran sedang. Martabak manis enak dinikmati sambil minum teh atau kopi, menyajikan martabak telur biasanya dilengkapi dengan kuah kecap asin dan acar (mentimun, wortel, dan cabai rawit).

Untuk gambaran usaha martabak akan saya paparkan pada posting selanjutnya..

Selamat Mencoba ^_^


Pasca Panen Buah Mangga


Para ilmuwan di Universitas Curtin, Australia Barat telah berhasil mengembangkan teknologi penyimpanan buah mangga yang tidak hanya memperpanjang masa simpan, tetapi juga sangat menghemat biaya angkutan, termasuk untuk ekspor ke tempat jauh.

Tidak tanggung-tanggung, penyimpanan dengan teknologi udara terkendali (controlled atmosphere-CA) yang dikembangkan itu selain dapat memperpanjang masa simpan buah mangga sebanyak paling sedikit lima minggu, juga bisa menghemat biaya angkutan ekspor sebesar 75 %. Dengan angkutan udara, ongkos per talam mangga bisa hanya AU $ 4 dibanding AU $ 16 pada teknologi pendinginan. Selain itu, mutu mangga dapat diperahkan dan penyakit - penyakit pasca panen dapat jauh berkurang.

Dr. Zora Singh yang memimpin proyek penelitian tersebut mengatakan bahwa cara penyimpanan pada suhu rendah, mangga cukup sensitif dan masa simpannya pendek, sehingga menjadi kendala dalam pengangkutan jarak jauh dari lokasi produksi hingga negara tujuan ekspor.

Dikatakan, teknologi udara terkendali yang dikembangkan pada dasarnya sama dengan yang digunakan untuk apel dan buah-buahan lainnya. Namun, masing-masing jenis buah-buahan berbeda dalam hal tingkat kandungan gas oksigen dan carbon dioksida yang cocok dalam udara penyimpanannya.

Bioethanol, Manfaat dan Mudharatnya!

Bioethanol adalah ethanol (ethyl alcohol / C2H5OH) yang diproduksi dari bahan nabati. Artinya, bahan bakar ini berasal dari sumber daya yang dapat diperbarui. Sehingga dapat diproduksi terus-menerus dan tidak akan pernah habis. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang dapat habis suatu saat.

Untuk ujicoba, ethanol dibuat dari limbah pabrik gula yang difermentasi. Saat ini penggunaan bioethanol masih sebagai campuran bahan bakar bensin biasa, walaupun suatu saat nanti mungkin mesin khusus berbahan bakar ethanol murni akan diproduksi secara massal.

Bayangkan saja, ethanol yang juga merupakan komponen minuman keras bisa berguna mengurangi emisi karbon dari bahan bakar energi fosil yang selama ini kita gunakan. Sungguh suatu penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia.

Kemungkinan pengoplosan bahan bakar masih tetap ada, meskipun berbahan dasar ethanol. Hanya saja pengoplosan tidak dilakukan antar bahan bakar untuk pertimbangan ekonomi sebagaimana kita ketahui selama ini, tapi kemungkinan dilakukan oleh orang yang gemar minum alkohol. Sehingga fungsi Bioethanol bukan saja sebagai bahan bakar kendaraan, tapi juga menjadi ‘bahan bakar’ bagi pengendaranya…

Sebagian kalangan menganggap alkohol diperlukan untuk menghangatkan badan khususnya di negara yang tidak beriklim tropis. Lucunya, di Indonesia yang merupakan negara tropis kita sering lihat orang-orang mengkonsumsi alkohol di siang bolong panas-panas sambil buka baju. Sebagian riset juga mengemukakan bahwa alkohol bisa berpengaruh positif pada jantung, penyakit darah tinggi, dan alzheimer.

Tapi hasil riset ini tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Alkohol yang baik bagi jantung ada dosisnya, penyakit darah tinggi hanya pada wanita muda, dan alzheimer pada sebagian kecil orang tua. Lagi pula, hasil penelitiannya belum/tidak betul-betul konklusif. Simpulannya, jauh lebih banyak aspek negatif dari penggunaan minuman beralkohol dibanding keuntungannya.

Perizinan Mendirikan SPBU Bioethanol

Untuk menghindari kemungkinan SPBU Bioethanol mempunyai fungsi ganda sebagai ‘Bar’, mungkin untuk perizinan mendirikan SPBU harus lebih ketat. Ini bertujuan agar tidak ada orang bodoh yang mau meminum bahan bakar yang dibeli dari SPBU Bioethanol. Bila perlu harus melibatkan MUI untuk sertifikasinya.. :-).

Secara teknis hal itu dapat dilakukan juga dengan penambahan aditif organoleptik kedalam Bioethanol, seperti bau dan rasa. Sehingga dengan mencium baunya saja orang tidak akan mau meminumnya.

Itulah teknologi. Kegunaan atau mudharatnya semua tergantung dari pemakainya. Apakah akan menjadi manfaat atau justru merugikan. Akan sangat sayang sekali jika Bioethanol ini hanya untuk memenuhi “kecanduan” kita terhadap minuman keras yang jelas-jelas merugikan…