Gambaran Usaha Martabak


Bahan baku untuk martabak manis bisa dibeli di pasar tradisional. Adonan martabak mudah rusak dan tidak tahan lama. Karena itu volume adonan yang akan dibuat harus diperhitungkan dengan benar, jangan sampai terlalu banyak. Berdasarkan pengalaman pedagang martabak, 6 kg adonan akan menghasilkan 10 porsi martabak manis ukuran kecil dan 3 porsi ukuran besar. Sedangkan untuk martabak telur, adonan sebanyak 1 kg akan menghasilkan 25 kulit martabak telur.

Tempat usaha yang dibutuhkan relatif kecil karena biasanya konsumen membeli martabak untuk dibawa pulang. Lokasi yang cocok untuk usaha ini adalah dekat dengan jalan raya yang ramai, atau terletak di pusat jajanan. Biaya sewa tempat biasanya sekitar Rp 300.000 – 500.000, tergantung dari luas dan posisi tempat usaha. Penetapan harga harus sesuai, jangan terlalu mahal dan terlalu murah. Biasanya harga martabak manis berkisar antara Rp 3500 – 10.000. Tergantung dari ukuran dan rasa. Untuk martabak telur harganya berkisar Rp 11.000 – 14.000 tergantung dari isi yang digunakan (biasanya jumlah tekur).

TIPS dan TRIK

  • Saat awal memulai jangan terlalu menghabiskan atau membuat terlalu banyak adonan. Pembeli biasanya masih sedikit. Namun jangan putus asa. Biasanya peningkatan pembeli terjadi setelah minggu ke dua hingga satu bulan sejak usaha makanan kita dibuka.
  • Sebelum memilih lokasi berdagang ada baiknya kita melakukan surveu dahulu ke beberapa lokasi. Survei ini bertujuan untuk melihat keramaian lokasi tersebut. Selai melakukannya sendiri, informasi juga dapat diperoleh dari pedagang yang sudah ada di sekitar lokasi yang disurvei.
  • Bergabung dengan paguyuban. Manfaatnya banyak sekali misalkan kita bisa mengikuti pelatihan usaha dari pelatihan penggunaan bahan-bahan yang bermutu, pelatihan pembuatan produk, hingga pelatihan manajemen usaha. Selain itu juga akan terbentuknya jaringan pengusaha martabak, memperoleh potongan harga untuk bahan pokok dari produsen, memperoleh perlengkapan promosi secara gratis, dan memperoleh pernak-pernik gratis dari produsen.
  • Salah satu kunci sukses menjalankan usaha martabak adalah menjaga kualitas. Produk yang dihasilkan harus lebuh bagus dibanding dengan produk yang dihasilkan orang lain. Karena itu jangan pernah mengurangi takaran bahan dasar agar konsumen tidak kecewa dan berpaling ke pedagang lain.

Biaya investasi awal biasanya sekitar Rp 3.500.000. Biaya operasional per bulan sekitar Rp 8. 700.000. Penerimaan perbulan sekitar Rp 11.000.000. Dari asumsi biaya tersebut maka keuntungan yang diperoleh / bulan adalah 11.000.000 – 8.700.000 = Rp 2.300.000. Maka Pay back period-nya (3.500.000 – 2.300.000) x 1 bulan = 1 bulan 12 hari. Informasi lebih lengkap silahkan kirim pertanyaan ke yustiano@gmail.com.


SUKSES UNTUK KITA :-) :-)


Mengapa Bisnis Kuliner?

Bagi anda yang ingin memulai sebuah bisnis skala kecil menengah, saya sarankan untuk mencoba usaha di bidang kuliner. Bisnis kuliner tidak pernah ada matinya. Semakin hari bisnis ini semakin banyak digeluti dan bisa berjalan lancar meskipun banyak pesaingnya.

Saat ini banyak orang yang terbiasa makan di luar rumah, apalagi mereka yang tinggal sendiri atau belum berkeluarga dan seharian berada di tempat kerja. Orang seperti ini biasanya akan selalu “makan di luar”. Usaha makanan akan tetap berjalan lancar karena produk yang dijual merupakan kebutuhan “perut” yang harus dipenuhi setiap saat oleh manusia. Usaha kuliner ini bisa dijalankan dengan beberapa kelas yaitu dari pedagang kaki lima, warung tenda, kafe, rumah makan, hingga restoran.

Modal yang digunakan juga bervariasi. Namun kelebihan dari usaha kuliner ini dapat dijalankan dengan modal yang kecil dan tingkat pengembalian modalnya relatif singkat, biasanya berkisar satu tahunan. Bahkan ada yang dalam hitungan minggu sudah kembali modal.

FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Lokasi. Ini adalah faktor paling berpengaruh. Tempat dengan komunitas tertentu, seperti sekolah, perkantoran, kampus, dan perumahan merupakan lokasi yang bisa dijadikan pilihan tempat usaha.
2. Rasa dan Cara Penyajian. Sebelum menjualnya, tidak ada salahnya kita melakukan test dengan mengujikan rasa makanan yang kita buat pada beberapa orang terdekat. Stetelah itu kita minta pendapat mereka baik rasa maupun penampilannya. Dengan begitu kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita.
3. Keunikan. Adalah sesuatu yang khas, baik dari segi ukuran produk, pelayanan, nama makanan, penyajian, promosi, kostum, hingga tempat.
4. Harga. Dengan memberikan harga yang berbeda yang disesuaikan dengan tempat usaha dan pasar yang dituju.
5. Promosi. Promosi yang paling murah dan efektif adalah dari “mulut ke mulut”. Hal ini akan terjadi bila usaha makanan yang kita jalankan memiliki keunikan dan memberikan kepuasan pada konsumen.

Usaha Tahu Sumedang

tahu
Semua orang pasti sudah mengenal dan menyukai tahu, salah satu jenis makanan murah dan enak yang banyak dijual dimana-mana. Walaupun awalnya dari Cina, tahu telah menjadi makanan populer masyarakat Indonesia. Kepopuleran tahu ini tidak terbatas karena rasanya yang enak tetapi juga mudah dibuat dan dapat diolah menjadi berbagai bentuk masakan serta harganya relatif murah. Selain itu tahu merupakan salah satu makanan yang mempunyai kandungan protein yang tinggi dan mutunya setara dengan protein hewani.

Adalah tahu sumedangan sebutan favorit penganan dari kedelai yang memiliki rasa lezat serta aroma yang menggugah selera ini banyak dijual di ruas jalan di berbagai kota di Jawa Barat. Satu diantara pabrik dan sekaligus tempat penjualan di Karawang adalah Tahu Sumedang Sari Kedelai yang terletak di jalan Ronggo Waluyo yang berjarak sekitar 200 meter sebelum kampus UNSIKA dari arah Teluk Jambe. Walau baru dibuka 10 hari yang lalu (per 16 Mei 2007), omset penjualannya sudah mencapai 3500 buah atau 7 kali giling pembuatannya, ungkap Bapak Awi salah satu dari 3 karyawan Outlet sekaligus pabrik tahu sumedang Sari Kedelai milik Bapak Zarkasih yang juga merupakan pegawai IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Sumedang.
Dari Bapak Awi pula kami memperoleh informasi tentang permodalan, sewa tempat s/d penjualan, secara ringkas sebagai berikut :

Biaya investasi
Sewa tempat, Rp. 4.000.000,-/tahun, Peralatan, Rp. 150.000.000,- (umur ekonomis 10 tahun)

Biaya Operasional per hari (7 x giling)
Pembelian Kedelai, 7 x 7 x Rp. 4.300,- = Rp. 210.700,- Pembelian Minyak Tanah 20 x Rp. 2.500,- = Rp. 50.000,- Pembelian Minyak Goreng 10 x Rp. 8.000,- = Rp. 80.000,- Pembelian Keranjang bambu, plastik, garam, kertas Rp. 50.000,-
Ongkos Tenaga Kerja : 3 x Rp. 50.000,- = Rp. 150.000,-
Sewa Tempat per hari : Rp. 4.000.000,-/ 365 = Rp. 10.959,- Penyusutan alat-alat Rp. 150.000.000,-/ (10 x 365) = Rp. 41.096,-
Lain-lain = Rp. 60.000,-

Jumlah = Rp. 652.755,-

Hasil Penjualan per 1 hari
Dari kacang kedelai per 1 kali giling (7 kg kacang kedelai), menghasilkan 500 buah tahu @ Rp. 350,-.Hasil penjualan tahu per 1 hari : 7 x 500 x Rp. 350 Rp. 1.225.000,-

Keuntungan per hari
Keuntungan per hari = Hasil penjualan per hari x biaya pembuatan per hari
(Rp. 1.225.000,-) x (Rp. 652.755,-) = Rp. 572.245,-